Hey, 22 tahun lalu Weezer merilis self-titled sekaligus debut mereka di industri musik..

Album dgn cover yg simple, hanya keempat personil berfoto bersama dgn background dinding berwarna biru dan sangat terpengaruh oleh album Crazy Rhythm milik band new wave The Feelies, namun album ini memiliki brand image yg sangat kuat hingga kini..(ya karena musiknya jg bagus sih! Hehe)

Album yg lbh dikenal dgn blue album ini adalah salah satu album alternative rock terbaik versi saya. Berisi 10 lagu yg mulai dr track pertama “my name is jonas” hingga track kesepuluh “only in dreams” seakan memunculkan genre alternative rock yg baru..simple, sound yg sederhana, sedikit beraroma british, namun menggigit..

Rivers Cuomo, sang frontman sekaligus gitaris & vokalis adalah otak dibalik semua gaya musik weezer. Ia berani memunculkan musik alternative rock ala weezer ditengah serbuan band2 grunge saat itu. Hasilnya, lbh dr 3 juta kopi album ini laris di US hingga 2009 lalu. Ini baru US lho, blm negara lain termasuk Indonesia yg saya yakin anak 90an minimal pernah dengar album ini full!

Favourite track saya di album ini…pastinya hits utama di album ini yaitu “Buddy Holly” & “Say It Ain’t So” (yg intro-nya di adopsi oleh band Potret di lagu “Diam”) jd favourite kalian, namun buat saya “No One Else”, “The World Has Turn And Left Me Here”, “In The Garage”, “Holiday” & “Only In Dreams”..

Satu2nya yg saya sesali dr band ini adalah saya ga nonton konsernya 2013 lalu!!!!

View on Path

20 tahun lalu, dirilis lah salah satu album yg paling berpengaruh di dunia. Album yg menjadi pionir musik britpop, yg dilahirkan oleh band yg dianggap terbesar di britania setelah The Beatles.

Formasi dahsyat beranggotakan Liam Gallagher, Noel Gallagher, Paul “Bonehead” Arthurs, Paul “Guigsy” McGuigan & Alan White mengguncang dunia dgn album legendaris (What’s the Story) Morning Glory…

Akibat album inilah, membuat saya pun sempat sangat gandrung dengan britpop di masa itu. Dan akhirnya turut pula mendengarkan band2 lain yg sejenis, seperti Blur, Radiohead, Ash, Pulp, Suede, Shed Seven, Stereophonics, Manic Street Preachers & The Verve. Pentolan band ini yaitu Gallagher bersaudara memang meracik unsur rock yg kental dgn aroma british, mudah di cerna, musikalitas tinggi dan lirik yg simple namun mendalam.

Keseluruhan, semua track di album memang top abis! Favourite saya, Don’t look back in anger, She’s electric, Cast no shadow & yg pasti Champagne supernova!

View on Path

25 thn lalu dirilis salah satu album heavy metal terbaik & paling hits dgn formasi personil yg bnyk org blg merupakan lineup Megadeth yg terdahsyat (Mustaine-Ellefson-Friedman-Menza).. Album yg selalu disejajarkan dgn album And Justice For All milik Metallica yg rilis dua tahun lbh awal.

Buat saya, album ini yg mengenalkan saya dgn Megadeth. Album dgn perpaduan kecepatan, skill tingkat tinggi, kompleks namun berkelas!

Favorite saya? Semuanyaa! 😜 Namun paling suka dgn Holy wars (the punishment due), Hangar 18, Take no prisoners, Poison was a cure & Rust in peace..Polaris!

Jd pgn punya band yg nge-cover Megadeth dan akan saya namakan bandnya dgn nama.. MAGABUT!

View on Path

Dibalik Konser Bon Jovi 2015

  Tren manggung 20 tahunan dr band2 besar di indonesia kembali muncul. Setelah Sepultura (1992;2012), Metallica (1993;2013), kini giliran dedengkot glam rock asal New Jersey, Bon Jovi (BJ) yg sebelumnya pernah tampil tahun 1995 kembali hadir di Jakarta. 

Bagi saya, BJ adalah idola ketika memasuki masa SMP. Diawali dengan membeli kaset ketiga dalam hidup saya (sebelumnya GNR “Use Your Illusion II” dan Indecent Obsession “Indio” 😀) yaitu album “Keep The Faith” di tahun 1992, saya lgsg jatuh cinta dengan band yang satu ini, sampai2 saya pernah ingin mengkoleksi semua album BJ (walaupun tak pernah terwujud hehe).

Ok saya ingin sedikit berbagi saja dr hasil pandangan mata di konser BJ semalem, yg pasti buat kalian yg menyaksikan konser mereka tahun 1995 konser ini ga ada apa2nya kali yaa, terutama dr komposisi setlist lagu yg dibawakan. Karena memang BJ dulu dan skrg sudah jauh berbeda. Dari beberapa ngobrol2 saya dgn tmn2 penikmat musik pun hal ini sdh diprediksi. “Jangan ngarep lo, BJ bakal bawain semua lagu masterpiece mereka,” gitu kata mereka. Dan ketika saya browsing2 dr setlist.fm pun memang benar. Kebanyakan adalah lagu2 dr album diatas tahun 2000an. Makanya saya hanya akan mengomentari lagu2 yg memang well-known oleh saya:

– You give love a bad name:

Lagu ini muncul di urutan kelima yg membuat penonton berjingkrak dn sing along, setelah 4 lagu sebelumnya hanya terdiam krn lagunya tdk familiar hehe…”u give love, a batman!” ✌️

– It’s my life:

Lagu hits BJ di era millenium yg Diambil dr album “Crush”. Powerful dan kembali membuat penonton di area tribun tmpt saya menonton untuk beranjak dr kursinya. Hits fenomenal lainnya di album ini “Thank you for loving me” (jangan ngarep dibawain ya krn sepanjang karirnya pun br dibawakan live 25 kali!)

– Someday I’ll be saturday night:

Tembang balad yg satu dimainkan JBJ dalam tempo yg rendah. Faktor ‘U’ ga bs bohong

– In these arms:

Surprise!! Ini lagu favourite saya di album keep the faith & dibawakan! Dan banyak penonton disekitar saya yg ternyata g tau lagu ini, jadi saya nyanyi aja sendiri hehe

– Wanted dead or alive:

Saya menyebutnya salah satu lagu cowboy BJ (disamping Blaze of Glory). Petikan gitarnya khas dan selalu terbayangnya suasana cowboy. Lagu yg selalu ada d konser2 BJ & hits di album “Slippery when wet”

– Keep the faith:

Intro bass diawal lagu lgsg membuat penonton bersemangat di lagu yg di video clipnya BJ trlihat ganteng seganteng2nya krn baru memangkas rambutnya dr panjang ke pendek. Diakhir lagu, kolaborasi instrumen dr David Bryan si kibordis kriwil dan Phil X si gitaris additional saat ini cukup menawan. Phil benar2 berusaha tampil sempurna karena penonton sdh kadung cinta mati dgn Richie Sambora. Dan menurut saya dia berhasil!

– I’ll sleep when I’m dead:

Lagu dr album keep the faith yg kurang banyak dikenal penonton. Tapi saya suka cara membawakannya, calm!

– Runaway:

Surprise vol.2!!! Lagu hits pertama BJ di album pertama self title tahun 1984. Bunyi tuts keyboard David Bryan ditmbah dentuman drum Tico “the hit-man” Torres yg terlihat sdh termakan usia namun tetap manta (world class) lgsg mengingatkan saya kembali ke 12 thn lalu saat membawakan lagu ini di bandung bersama URC band yg dua personilnya, daniel & andri (katanya) jg menyaksikan konser ini, namun sayang ga berjumpa…

– Livin’ on a prayer:

Inilah lagu penutup yg mnjadi bagian dr encore bersama runaway & have a nice day. Awalnya dibawakan dgn gitar akustik dan dilanjut dgn full band musik. Ujian sesungguhnya bagi JBJ krn vokal dilagu ini terkenal tinggi dan berkarakter. Namun JBJ tak ambil resiko, dia tetap mengambil nada rendah dan membiarkan penonton mengambil nada tingginya heheh.

Ulasan2 diatas hanya berdasarkan favourite saya saja. Ada lagu keren lain seperti bad medicine atau lost highways yg saya ga ulas karena kurang suka aja. 

Ya sekali lg jgn kecewa krn tembang2 fenomenal macam always (khan saja kalpanax 😜), bed of roses, lay your hands on me, i’ll be there for you, never say goodbye, this ain’t a love song atau lie to me tdk dibawakan. JBJ memasuki usia ke 53 dan hal itu ga bs dibohongin. Sekian.

  Penulis menonton seorang diri 😆

On stage with one of indonesian legend’s band…

#flashgondrong & #gigi – with Azhar, Arif Dhani, Martin, FLASH, Dito, erik, and Dino Ayudya at Discovery Hotel & Convention Ancol

View on Path

Suatu hari di tahun 1989, seorang bocah kecil setengah tampan menulis biodatanya di buku kenangan (buku apalah namanya dulu, lupa) milik kawannya. Dgn gaya menulis huruf sambung bin ceker ayam, sebagian isinya sesuai dgn keadaannya sekarang, salah satunya adalah cita2nya yg ‘hanya’ ingin menjadi seorang karyawan (ga muluk2, sadar diri). Hobinya bulutangkis, sepakbola, membaca (yg terakhir bohong besar) dan yg paling menggemparkan adalah artis idolanya yaitu TRIO LIBELS!!!

Ya trio libels..bukan metallica, dream theater ato sepultura, tapi trio libels!!!

*mungkin dulu saya terkesima oleh ronnie sianturi..

26 tahun kemudian, buku milik sahabat kecil saya ini ditemukan oleh ibunya dan di share lah ke grup SD….hahahahah…thx my bro agus hadiwaluyo…gilaaa ini harta karun yg hrs didaftarkan ke HAKI….

#akibatreuniSDminggulalu
#menolakmoveon

View on Path

Sedikit review dr pandangan mata saya di konser semalam.

Masih sulit utk #moveon dr penampilan Lamb of God di Hammersonic Festival 2015 kemarin. Penampilan mereka lah yg saya asumsikan paling ditunggu2 oleh mayoritas metalhead yg datang ke lapangan D senayan semalam. Didaulat sebagai penutup festival metal terbesar se Asia Tenggara sekaligus main headliner, raksasa metal asal Richmond Virginia ini tampil sesuai yg saya bayangkan. Cadas, garang, sangar & tanpa ampun menghajar adrenaline seluruh metalhead dgn nomor2 bertempo cepat.

Saya termasuk yg telat menikmati musik mereka. Karena baru mendengar LOG justru setelah mereka konser pertama kali di Jakarta tahun 2009 lalu. Tapi setelah mendengar musik mereka, rasanya saya harus mengakui mereka lah band metal paling berbahaya di muka bumi di era modern. Wajar saja mereka pun mengklaim sebagai “Pure American Metal” sebagaimana terpampang pd backdrop screen panggung semalam.

Setelah dibuka dgn Desolation & Ghost Walking yg langsung membuat gelombang moshing, berturut2 tembang2 hits andalan seperti Now You’ve Got Something To Die For, Walk With Me In Hell, Set To Fail, Redneck, Laid To Rest, Ruin, Vigil, Contractor hingga Hourglass (lagu yg sempat hits di youtube karena dicover oleh pelajar putri dari Indonesia) benar2 membakar penonton. Giant circle moshpit pun tak terhindarkan yg membuat saya pun terpaksa turut serta di dalamnya (daripada berdesak2an kehabisan oksigen, mending ikut moshing hehe).

Secara khusus saya memang ingin melihat sang drummer idola, Chris Adler, yg bagi saya punya ketukan double pedal yg lebih cepat drpd tangannya sendiri hehe. Saya pun kagum dgn perpaduan tim gitaris & bassis, Willie Adler, Mark Morton & John Campbell serta tak lupa tentunya sang frontman & seorang surfer sejati, Randy Blythe yg tampil lugas & enerjik dgn rambut ala dreadlock. Walaupun terlihat sedikit agak kurus, sepertinya Randy sudah melupakan kasusnya di Praha 3 tahun lalu. Penampilan luar biasa LOG ditutup dgn title Black Label. Sayangnya nomor lain seperti Omerta, 11th atau Descending tidak dibawakan kemarin. Tapi saya sudah sangat puas dgn performa mereka.

They’re really comin’ from the other space, as Randy said on stage. Gila, parah, badan sakit & telinga berdengung sampai sekarang. Salah satu konser terbaik dalam hidup saya..

View on Path