Bromo, The Numero Uno….Absolutely Stunning!

Ditengah tugas kantor ini, saya nekad menyempatkan diri utk pergi ke tempat yg sudah lama saya impikan, yaitu Bromo. Kebetulan memang ada jeda waktu satu hari yg bisa dimanfaatkan. Selain itu, keinginan saya ke Bromo ini adalah utk sekedar melupakan kekesalan karena tidak bisa nonton Foo Fighters di Singapore. Ternyata ga ngaruh tuh, tetap aja banyak yg posting ttg FF…
Saya pun mengontak teman SMA saya, yaitu Buyung, yg memang sudah lama tinggal di Surabaya utk saya ajak ke Bromo. Eh ternyata dia mau dan kebetulan hari itu dia libur. Sebelum berangkat sengaja saya bertemu kawan saya yang juga pernah jadi gitaris band saya dulu saat SMA tersebut untuk sekedar briefing.
Akhirnya diputuskanlah untuk berangkat Jumat malam dengan ikut trip dengan rombongan lain, lewat jalur Surabaya, Pasuruan, Probolinggo.
Ga disangka, ternyata saya dan Buyung satu trip dengan rombongan WNA semua. Dan semua ternyata belum pernah ke Bromo semua. Ucapan brengsek dari operator travel ke Bromo yg saya pakai adalah “Mas sampeyan khan iso ngomong Inggris, nah sampeyan yak yg nanti jelasin semuanya…” (Bangkek!)
Saya sampai blg wah jd translator & guide dadakan ni, kudu dpt diskon iki…tapi it’s okay lah, walaupun amburadul pede aja
Kami berangkat pukul 20.00 dari Surabaya, dan menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam hingga mencapai villa transit di kaki Bromo. Disana kami berganti menggunakan Jeep Hartop dan sampai di Penanjakan 1 Bromo pukul 01.00. Dan ternyata kami rombongan pertama yang sampai kesana. Tidak ada siapa2, suasana gelap gulita dan dingin yang menusuk tulang. Kira-kira sekitar 7 derajat celcius.
Saat itulah kami mulai bertegur sapa. Ternyata mereka semua mengasyikkan. Mereka adalah Sandeep (India-Singapore), Jane & Shen Hua (China) & Ng (Malaysia). Dan kita mudah akrab dan jg sharing2 snack…
Bromo, benar2 indah. Absolutely stunning!!! Sunrise yg luar biasa dan hamparan pemandangan yg bagaikan emas sejauh mata memandang. Walaupun mungkin ga bisa explore semuanya karena kecapean, kurang tidur, kedinginan & terbatasnya waktu tapi cukup puas lah. Dan harapan saya, saya tertantang untuk bisa kembali kesini bersama keluarga saya atau teman2 saya. Ga dadakan kayak sekarang. Rame2 pasti lebih asyik. I’ll be back…
 
“You can tell the sun in his jealous sky. When we walked in fields of gold..” (Sting)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s