Hammersonic 2017: Dan Megadeth kembali hadir untuk menyempurnakan semuanya

Ajang gathering tahunan para metalhead, yaitu Hammersonic Jakarta International Metal Festival 2017 kembali hadir di tahun ini pada 7 Mei 2017 dan mengambil tempat di Ecopark Ancol Jakarta Utara.

Saya pribadi termasuk yg sangat menunggu event satu ini. Selain karena cukup lama saya tidak hadir menyaksikan konser (terakhir Java Jazz 2016), saya berharap Hammersonic mampu mengobati kekecewaan saya setelah gagal menyaksikan 3 konser besar di awal tahun ini yaitu Metallica, Guns N’ Roses dan Coldplay, yang memang hanya mampir ke negeri jiran (dana tak mencukupi, buos 😂). Nah ketika di akhir tahun 2016, Revision selaku promotor Hammersonic sudah mulai memberikan “kode2” tentang siapa headliner di tahun 2017, apalagi disebutkan salah satu dari The Big Four masuk list, maka disitu saya pun sudah mulai bersiap. Dan Yess, akhirnya Hammersonic mengumumkan legenda heavy metal dunia, Megadeth, sudah confirm menjadi headliner utama di 2017. Ticket online dibuka dan tanpa ragu langsung saya booked. Apalagi Hammersonic 2017 direncanakan berlokasi di Ecopark, yang semakin membuat saya bersemangat.

Saya sendiri absen di ajang Hammersonic 2016 karena line-up nya kurang greget dan terakhir hadir pada ajang 2015 ketika Lamb of God menjadi headliner utamanya. Lokasi Ecopark menurut saya juga menjadi venue yg cocok karena selain lokasinya luas, tempat nya jg adem karena banyak pohon, dan parkir yg cukup sekali tanpa harus ada pungli2 lainnya. Saya sendiri sempat hadir di Hammersonic 2012 (kalo tidak salah) yg saat itu bertempat di Ecopark jg, namun meninggalkan kesan kurang enak bagi saya karena saat itu di tengah area circle-pit saya sempat bersitegang dgn metalhead asal malaysia yg menganggap saya mencopet hp-nya (bangke tu org!). Org malaysia tsb bahkan sempat ingin menggeledah saya, sampai akhirnya kawan saya Mr. Medion Suryo Wibowo berstatement “silahkan geledah dia, tapi kalo ga ada hp ditemukan, lo yg gw gebukin!” Akhirnya malaysian tsb ga berani. Hahah


Kembali ke ajang 2017, hari yg dinanti pun tiba. Bersama rekan2 metalhead asal Bogor, kami pun berangkat lbh awal spy menghindari kemacetan dan antrian di lokasi. 

Sesampainya disana ratusan metalhead tampak sudah memadati area pintu masuk. Kali ini saya sengaja membeli tiket resmi via Revision. Karena pengalaman sebelumnya membeli tiket di In*******, saat penukarannya di venue antrian luar biasa hingga berjam2. Namun info dr org2 rupanya penukaran sudah tidak terlampau padat seperti sebelumnya. Saya pun masuk ke venue dgn lancar.

Saat masuk saya langsung menyaksikan salah satu band lokal yg tengah naik daun tampil yaitu Revenge The Fate. Sekitar pukul 15.00, jawara lokal Burgerkill tampil untuk kesekian kalinya dan bahkan hingga dibilang Burgerkill merupakan home band andalan Hammersonic. Saya secara khusus ingin menyaksikan penampilan additional drummer baru @puputputceh. Burgerkill tetap tampil garang, lugas & membuat chaos penonton. Namun setlist yg terlalu sedikit hingga tak satu pun lagu dr album venomous dibawakan membuat saya agak sedikit kecewa.

Pasca magrib, saya menyempatkan diri hadir pada the last show of Suckerhead. Pioneer band metal di Indonesia, yg telah ditinggal oleh pendiri band ini sekaligus founding father Hammersonic, yaitu Krishna J Sadrach yg meninggal tahun lalu. Menyaksikan Suckerhead yang tampil terakhir kalinya ini cukup emosional bagi para penonton termasuk saya. Di stage tersebut, sebagai pengganti vokal & bass yg biasa diemban Alm. Krishna, ditunjuklah Roy Jeconiah (RI 1, ex. Boomerang) sbg vokalis dan Daeng Oktav (Edane) sbg bassist.

Usai menyaksikan Suckerhead, saya sempat berjumpa dengan maestro gitar Indonesia, Eet “Angus Young” Sjahranie sang pentolan Edane. Semoat berbincang sebentar dan memberikan apresiasi ketika tampil di TVRI bbrp wkt lalu membuat Mas Eet menanggapi pembicaraan saya dan beliau sangat2 ramah dan low profile. Pertemuam pun diakhiri dengan foto bareng.

Kembali ke panggung, beberapa penampilan yg saya saksikan sebelum headline utama adalah Whitechapel, Abbath dan Tarja. Di saat penampilan mereka, beberapa penonton sudah mulai ngetake duduk dan berdiri di depan Sonic Stage dimana Megadeth akan tampil. 

Dan tepat pukul 23.10 atau telat 25 menit dr jadwal seharusnya raksasa metal dari AS ini pun menggebrak panggung Sonic Stage. 

Saya akan sedikit mengomentari beberapa lagu yg mereka bawakan.

– Hangar 18

Kali ini lagu favorite saya di album masterpiece mereka Rust in Peace tampil sebagai pembuka yg diikuti oleh lompatan2 penonton. Tetap luar biasa utk lagu yg satu ini bagi saya.

– Wake up dead

Lagu yg selalu hadir di setiap Megadeth dimanapun. Moment utamanya untuk lagu ini adalah saat hentakan double pedal super cepat dimainkan. @dirkverbeuren did it very well!

– In my darkest hour

Lagu yg dipersembahkan @davemustaine bagi sahabatnya Clifford Burton, ex. Basssist Metallica yg tewas dalam kecelakaan bis. Lagu yg sangat emosional dan mantap.

– The threat is real

Lagu andalan di album terbaru Dystopia yg menjadi tajuk utama d tour dunia Megadeth 2016-2017 ini. Saya suka dengan temponya yg garang. Lagu yg turut mendukung album ini menjadi pemenang pd Grammy Awards 2017 kemarin.

– Trust

Opening drum di lagu ini lgsg membuat koor di penonton. Salah satu lagu favorite saya juga.

– She-wolf

Kejutan…karena sebelumnya lagu di album Cryptic Writings ini jarang tampil pd live. Sepertinya Megadeth sudah menyiapkan khusus saat tour Asia ini. Karena lagu ini selalu dimainkan.

– A tout le monde

Saat intro guitar dimainkan @kikoloureiro koor penonton sdh tak terbendung. Nyanyian sepanjang lagu. Best ballad from Megadeth.

– Peace sells

Intro bass millik @davidellefsonbass menandai lagu ini. Klimaksnya menjelang akhir lagu, sang ikon Megadeth yaitu Vic Rattlehead muncul menggunakan jas sambi menari2 di panggung!

– Holy wars (the punishment due)

Mau di taro sebagai pembuka atau sebagai encore penutup, lagu ini memang hitsnya Megadeth yg buat saya Megadeth bgt. Namun bagi saya pribadi petikan gitar di lagu ini masih Chris Broederick yg terbaik.

Overall, Hammersonic kali ini mungkim yg terbaik dr yg pernah diselenggarakan. Setuju dengan beberapa teman2 saya bahwa Revision selaku penyelenggara telah banyak mengimprovisasi event ini menjadi lebih baik dan enak dinikmati. Penukaran tiket hampir boleh dibilang lancar dibanding yg sebelumnya. Booth makanan yg lebih beragam wlaupun harga masih cukup sedikit berat. But it’s ok lah. 

Ruang sholat kembali ada, setelah d gelaran sebelumnya sempat susah dicari. Walaupun ada minusnya yaitu tidak adanya tempat wudhu hingga air yg habis d wc portable. Alhasil saya malah berwudhu d danau ecopark. Yg cukup mencengangkan adalah utk pertama kalinya di sebuah konser saya berhasil masuk ke jajaran front row saat Megadeth tampil. Dan baru kali ini juga saya tahan hingga akhir lagu di tengah desakan penonton. Padahal biasanya setelah 8 lagu, biasanya saya sudah menyerah dan melipir kepinggir. Acara juga sukses tanpa hujan, walaupun saya dengar di Jakarta hujan lebat. Salut untuk pawangnya!

Untuk Megadeth sendiri, saya akui penampilan kali ini lebih baik drpd yg saya saksikan 10 tahun lalu. 

Sound yg jernih, lighting menawan serta video graphic yg luar biasa keren sangat menghidupkan penampilan mereka. Mereka juga tampak enjoy show kali ini. Ini terlihat dr telah hadirnya mereka sejak 2 hari sebelumnya, hingga bisa berjalan2 dulu di beberapa wilayah di Jakarta. Tapi tetap, untuk masalah interaksi dgn penonton saya rasa Megadeth masih kurang interaktif dibanding band The Big 4 lainnya. Ya itulah Dave Mustaine 😜

Untuk 2 punggawa baru Kiko & Dirk penampilan not bad man. Tapi kenapa mindset saya masih lebih baik Chris Broederick & Shawn Drover yaa 😂😂

Yg pasti, keberhasilan penyelenggaraan Hammersonic kali ini semakin disempurnakan oleh penampilan dari Megadeth. 

Congrats..

Iklan