Hari ini 25 tahun lalu, tepat 24 september 1991… dua album hebat dr dua band besar yg pernah lahir di dunia di rilis bersamaan.

Yang pertama adalah Red Hot Chili Peppers (RHCP) atau band yg biasa disebut dlm bahasa sunda menjadi cabe beureum lada euy ini menelurkan album Blood Sugar Sex Magik. Album yg disebut sebagai pencapaian terbaik RHCP (sebelum pencapaiannya disamai oleh album Californication tahun 1999) ini lumayan booming & dianggap melahirkan genre baru yaitu funk rock. Digawangi Anthony Kiddies, John Frusciante, Flea & one of my fav drummer Chad Smith, di album ini melahirkan hits “Under the Bridge” & “Give It Away”. Album2 RHCP sendiri jarang melahirkan lagu2 yg hits semua dalam satu album. Namun penampilan live mereka dikenal selalu ditunggu penonton karena enerjik & memukau. Sampai2 di ajang Woodstock 99, Dave Mustaine frontman Megadeth menyebut penonton dengan kalimat “booriingg” karena sedikitnya penonton yg menyaksikan Megadeth tampil & lebih memilih menonton RHCP di stage yg berbeda, di jam main yg bersamaan (apes). Poor Megadeth…

Yang kedua adalah sebuah band yg mampu merubah sejarah musik dengan aliran grunge-nya. Nirpana (in sundanese spelling 😜), nama band tersebut yg melahirkan album yg terjual jutaan kopi yaitu Nepermind (in sundanese spelling)… Kurt Cobain, Krist Novoselic & Dave Grohl, punggawa band tersebut dengan berani mampu membuat suatu genre baru ditengah serbuan heavy metal, hard rock & glam rock saat itu. Terbukti album ini sukses di pasaran dan menjadi satu2nya album yg mampu menggeser album Dangerous milik Michael Jackson dari tangga teratas billboard saat itu. Wajar saja, semua track di album ini emang dahsyat. Siapa yg ga ajrut2an ketika dengar intro track pertama album ini yaitu “Smells Like Teen Spirit”? Atau manisnya alunan “Come As You Are”. Favorite saya sendiri di album Nevermind adalah “Breed”, “Territorial Pissings” & “Stay Away”…Lahirnya genre grunge juga sekaligus mengukuhkan scene seattle-sound yg merajai peta musik awal 90an oleh Nirvana, Pearl Jam, Sound Garden, Alice in Chains atau Stone Temple Pilots.

Jadi yg terbaik menurut anda yg mana?

Kalau saya, Nirvana….

View on Path

Salah satu album terbaik dalam hidup saya, yg sekaligus memperkenalkan saya pertama kali dgn musik rock. Secara khusus di tahun 1992 saat itu saya membeli kaset Guns N’ Roses (GNR) album Use Your Illusion I setelah melihat video klip “November Rain” di salah satu tv swasta & langsung terkesima dgn band hard rock ini. Setelah menyimak album ini, saya sangat menyukai lagu lainnya “Right Next Door to Hell”, “Live and Let Die” & “Coma”.

Yang saya tidak sadari adalah ternyata album ini mempunyai kloningan bertitle Use Your Illusion II yang rilis bersamaan dengan materi yg lebih dahsyat. Siapa yg tidak kagum dengan track seperti “You Could Be Mine”, “Civil War”, “Knockin’ On Heaven’s Door”, “So Fine” atau salah satu tembang favorite saya sepanjang masa “Estranged”?

Formasi legendaris nan dahsyat beranggotakan William “Axl” Rose, Slash, Duff McKagan, Izzy Stradlin, Dizzy Reed & Matt Sorum adalah jaminan mutu permainan hebat GNR.

Kembali ke album ini, walaupun dirilis bersamaan, Use Your Illusion II terbukti lebih laris penjualannya dibandingkan Use Your Illusion I. Namun demikian kedua album inilah yang akhirnya mengangkat nama GNR sebagai penguasa musik rock saat itu bersama Metallica yang kebetulan di tahun yg sama 1991 mengeluarkan album legendaris Black Album.

Sejak akhir tahun lalu formasi dahsyat ini telah melakukan tur reuni sebagaimana yg dinanti2 penggemarnya. Memasuki Februari 2017 mendatang mereka sudah memiliki jadwal mengunjungi Australia. Sekali lagi cuma bisa berharap semoga bisa mampir kesini, sekaligus mengobati kegagalan saya nonton mereka 2012 lalu.

17 September 1991 – 17 September
2016.. 25 years Use Your Illusion I & II..

View on Path

Sebuah album live terbaik & tiada duanya bagi saya, yg akhirnya membuka mata saya kalo inilah musik yg memadukan semua genre. Sebuah rilisan terbaik dari musisi2 terbaik di muka bumi yg memperkenalkan saya dgn Dream Theater (DT). Awalnya saya hanya mengenal DT dari lagu “surrounded” & “another day”, dua tembang klasik dr album legendaris “images and words (1992)”. Selebihnya saya ga mendalami musik DT, sebelum akhirnya menemukan album live yg satu ini.

Yap, Dream Theater: Live Scenes From New York tepat dirilis 15 tahun lalu. Penampilannya sendiri dimainkan agustus 2000. Perlu lebih dr 5x saya memutar ulang dvd album ini sampai akhirnya memahami album live ini yg memiliki unsur musik progressive yg sangat kental dgn konsep sangat rapi, karena dari setiap lagunya saling terkait satu sama lain ibarat sebuah cerita. Utamanya, album live ini memainkan seluruh lagu di album “scenes from a memory (1999)”, ditambah lagu2 lain mulai dari album “images and words”, “awake”, “a change of season”, “falling into infinity” & satu lagu milik Liquid Tension Experiement. Yg menarik buat saya adalah lagu “a change of season”, tembang berdurasi 24:36 menit yg dimainkana sangat apik!

Menariknya, album ini menjadi sangat terkenal karena dirilis tepat saat terjadinya serangan 11 sept 2001. Secara tidak sengaja, cover album ini menampilkan gambar hati yg terbakar dgn image menara kembar WTC didalamnya. Seakan menggambarkan masa depan bahwa hal tersebut akan terjadi secara nyata. Demi menghormati tragedi kemanusiaan tersebut, DT pada akhirnya menarik seluruh album dgn cover awal tersebut & menggantinya dgn cover dgn logo DT. Hingga kini album dgn cover awal tersebut menjadi buruan para kolektor, karena sangat jarang & mahal harganya.

Favourite track saya di album live ini adalah “fatal tragedy”, “the dance of eternity”, “a mind beside itself (erotomania, voices, the silent man)” & “a change of season”….

View on Path

Sebuah album hebat, album kedua milik band hebat asal amerika keturunan armenia bernama System Of A Down (SOAD) yg bertitel Toxicity. Sebuah band yg masuk wish-list saya utk konser disini, yg musiknya banyak memasukkan unsur genre lain seperti alternative, nu-metal, progressive, middle eastern rock, jazz semuanya dikolabirasikan dgn metal, termasuk di album ini.

Bagi saya ketika pertama kali menyaksikan video klip berjudul “Chop Suey” dr album ini langsung bergumam “gahar ini band, liriknya dinyanyikan cepat & musiknya mantap malah cenderung unik!” Yap, SOAD memang menampilkan musik yg agak berbeda dr heavy metal lainnya. Sederhana, durasi pendek, vokal yg cepat, gitar yg unik tapi tetap bisa bikin kerusuhan lokal saat tampil live.

Digawangi 4 personel keturunan armenia Serj Tankian (vox, keyboard), Daron Malakian (guitar, vox), Shavo Odadjian (bass), John Dolmayan (drum), menurut saya musik2nya malah terkesan lucu, aneh tp itu yg bikin menarik. Vocal yg cepat yg nyaris mustahil diikuti lirik2nya. “Wake up.. -/::;($$&&@@-@@ wake up! [}[#[#\>>\^\\€€\ why £|€|€^|^|€| table!” 😂😂😂😂😂

Lirik2 SOAD selalu menampilkan lirik isu tentang peperangan, lingkungan, narkotika, politik, demokratisasi dll. Yang saya salut dr band ini salah satunya adalah teknik vokal dr Tankian yg luar biasa. Ia bisa memainkan kontrol suara yg berbeda, mulai dr biasa, melengking, menjerit, berteriak, berat hingga suara seperti anak2.. Cobalah dengar lagu “Darts” di album pertama self title mereka. Semua teknik vokal itu muncul disana.

Kembali ke album Toxicity, kemunculannya di tahun 2001 cukup menggebrak metal saat itu yg sedang dikuasai hip-metal. Ga heran, 2,7 juta kopi album ini laris di amerika. Kesuksesan album kedua ini menjadi kesuksesan album2 SOAD berikutnya, yg membuatnya semakin punya nama di jagad metal dunia.

Seluruh track di album ini memang dahsyat! Favourite saya selain dua rilisan utama di album ini yaitu “Toxicity” dan “Chop Suey”‘adalah “Deer Dance”, “Needles”, “Psycho” dan “X”

View on Path