1.343 km


Alhamdulillah, akhirnya selesai juga perjalanan panjang saya dan keluarga selama 5 hari kemarin (16-20 agustus 2016). Sebuah pengalaman pertama dan berharga menjalani perjalanan yg saya sebut #tourdejava yg setelah saya total menempuh sekitar 1.343 km! Dan saya melakukannya sendiri, manual transmition & tanpa gantian!! 😁 Berikut adalah sedikit catatan perjalanan tersebut:
16 Agustus 2016

Rute 1 adalah perjalanan Bogor – Tegal (328 km). Start dr Bogor pukul 07.00 menuju Cimanggis untuk menjemput Mertua dan kelurga lainnya dan secara resmi berangkat pukul 09.30 menggunakan 3 kendaraan. Rute lebih banyak tol, mulai dr tol cijago, jagorawi, jorr, cikampek, cipali, palikanci hingga keluar di brebes timur (brexit). Sempat istirahat selama 1,5 jam di rest area tol cipali, kami sampai di desa pegiyanten kec. Adiwerna Tegal pukul 16.00. Tol cipali kondisinya kosong sekali dan ternyata ketika keluar brebes timur tak jauh sudah masuk tegal.

Masih di hari yang sama. Setelah sempat beristirhat, perjalanan dilanjut pukul 19.00 menuju ke Semarang. Tegal – Semarang (171 km) dengan tujuan penginapan Just Inn. Melewati Pekalongan, Batang, Kendal hingga Semarang. Jalan terjal dialami saat memasuki Batang yaitu di Alas Roban. Kemacetan parah dan bus & truk yg saling kebut2an adalah lawan yang harus dihadapi ditambah lagi gerimis. Akhirnya baru sampai dilokasi penginapan pukul 23.30.

17 Agustus 2016

Rute 3 adalah perjalanan dari penginapan ke lokasi pernikahan saudara sepupu istri di daerah Gunungpati semarang selatan (17 km). Lokasinya agak naik ke perbukitan. Sekitar 1 jam perjalanan menuju lokasi tsb. Pukul 12.30 selesai acara ternyata rombongan ingin berjalan jalan ke Yogyakarta sekaligus menginap disana. Akhirnya diputuskan menuju Yogyakarta sebagai rute ke 4 (120 km). Melalui tol Ungaran, Ambarawa, Temanggung, Magelang dan sampailah di Yogyakarta. Jalanan berliku namun adem menemani perjalanan kami. Hujan deras sempat kami alami di Magelang. Dan kamipun sampai di penginapan Absari Syariah pukul 17.30 di kawasan Bantul. Malam harinya kami sempat berjalan jalan di sekitar Malioboro.

18 Agustus 2016

Free time… Rombongan dua mobil ingin kembali ke Tegal via Semarang karena ingin berbelanja terlebih dahulu. Namun saya ungin mencoba jalur lain yaitu lewat selatan dan menembus lngsung ke utara. Akhirnya saya berangkat sendiri bersama istri, anak kedua yg baru 5 bulan, uwak & bibi. Rute ke 5 (236 km). Saya sudah membayangkan perjalanan ini pasti penuh terjal namun tetap menarik untuk di coba. Start pukul 09.30 Perjalanan melewati Kulon Progo, Wates, jalur Daendels pantai selatan, Kebumen, Banjarnegara, Purwokerto, Purbalingga, Pemalang, Slawi dan Tegal. Yang cukup saya salut adalah jalur yg saya lewati adalah full aspal, alias tidak ada jalan bolong bolong. Jalur Daendels cukup sepi dilalui. Jalan terjal dimulai ketika memasuki Kebumen. Bahkan sebuah bis dengan seenaknya masuk jalur berlawanan arah dan hampir menabrak saya. Jalur ekstrim memasuki 3 pegunungan dengan tanjakan sekitar 45 derajat adalah tantangannya. Namun pemandangannya tetap menarik. Melewati pegunungan, air terjun, danau, lembah. Saya tidak membayangkan bila harus melewati jalur ini malam hari. Pastinya gelap gulita & mengerikan. Puncak terjalnya perjalanan adalah saat melewati Gunung Slamet yg berkabut dan sepi. Hanya 1-2 kendaraan yg pas2an dengan saya. Hanya berdoa, semoga tidak ada halangan d perjalanan ini. Akhirnya sampai di Tegal pukul 18.00.

19 Agustus 2016

Awalnya ingin langsung pulang ke Bogor, namun karena anak ingin berenang maka kmi memutuskan untuk menuju Bandung terlebih dahulu. Rute ke 6 (289 km) dimulai pukul 13.00 melalui jalur seperti keberangkatan awal ke Tegal, namun ketika memasuki tol Cikampek, saya masuk tol Purbaleunyi menuju Bandung. Sampai pukul 18.00, kmi menginap di The Newton Hotel Martadinata Bandung.

20 Agustus 2016
Sempat bertemu teman kuliah pgi hari dan sarapan bersama selanjutnya menemani anak berenang di hotel. Siang harinya setelah checkout, kami janjian makan siang dengan rekan yang waktu tahun lalu umrah bareng, keluarga Mas Denny, Mba Niknik dan ketiga anaknya di Dianti Daily di kawasan jalan Citarum. Setelah bertemu, sekitar pukul 14.30 kami start pulang menuju Bogor (182 km) dan sampai di Bogor pukul 20.00 karena jalanan cukup padat.

Perjalanan luar biasa buat saya yang menjadi pengalaman pertama jalan jauh bersama keluarga. Secara spesial, saya terima kasih kepada aplikasi Google Map yang membantu saya mengarahkan jalan.
#realmenusethreepedals 😀

Iklan