Holland, Jazzy Country

The North Sea Jazz Festival

The North Sea Jazz Festival

Alunan gitar dengan tempo yang sedang tersebut tampak mengalun mengiringi sang vokalis bernyanyi. Suara soundnya tidak terlalu keras, karena suara vokalis lah yang dominan dengan ciri khasnya. Pemilik suara tersebut adalah Lenny Kravitz yang tengah tampil di The North Sea Jazz Festival 2012 dan menyanyikan lagu “It Ain’t Over ‘Til It’s Over” (yang sesungguhnya inilah lagu yang paling nge-jazz dari Lenny Kravitz) di hadapan ribuan penonton yang hadir di festival jazz paling bergengsi di dunia. Belanda patut berbangga, karena mampu menelurkan ajang ini hingga menjadi festival jazz paling bergengsi, terbesar, dan berpengaruh di industri musik dunia.

Penampilan Lenny Kravitz pada The North Sea Jazz Festival 2012

Penampilan Lenny Kravitz pada The North Sea Jazz Festival 2012

The North Sea Jazz Festival adalah festival jazz tahunan yang diselenggarakan setiap akhir pekan kedua Juli di Rotterdam dan bertempat di The Ahoy. Sebelumnya festival ini selalu diadakan di Den Haag, namun sejak 2006 dipindahkan ke Rotterdam. Festival ini dibuat oleh seorang promotor jazz asal Belanda bernama Paul Acket tahun 1976. Ketika Acket menjual perusahaannya pada tahun 1975, ia mampu memulai dan mensponsori sendiri The North Sea Jazz Festival. Acket mampu menyajikan keanekaragaman musik jazz kepada masyarakat. Dari penonton awal sekitar 9.000 penonton, kini festival tersebut telah tumbuh dengan menghadirkan hingga 16 panggung, 220 artis dunia selama tiga hari penyelenggaraan dan disaksikan oleh lebih dari 100.000 penonton.

The North Sea Jazz Festival selalu dipadati penonton

The North Sea Jazz Festival selalu dipadati penonton

Walaupun ber-title The North Sea Jazz Festival, namun sesungguhnya festival ini pun menghadirkan genre-genre lain yang secara tidak langsung merupakan ‘turunan’ dari genre jazz. Sebut saja Tradisional New Orleans Jazz, Swing, Bop, Free Jazz, European House, Fusion, Avant Garde dan Jazz elektronik untuk Blues, Funk, Gospel, Soul, Groove, HipHop, R & B, World BeAT dan Latin.

Tidak hanya festival, sejak tahun 1985 ajang ini juga menyuguhkan penghargaan, yaitu Bird Awards, yang terdiri dari tiga kategori. Namun sejak tahun 2001, kategori ini berubah menjadi satu kategori saja dan diperuntukkan bagi musisi yang yang layak menerima pengakuan lebih. Sedangkan di tahun 1998 diperkenalkan juga Edison Jazz Award yang merupakan penghargaan dari industri musik Belanda bagi album yang memiliki kualitas khusus.

Sebelumnya, di tahun 1990 ajang ini mendapat pengakuan sebagai Festival Jazz Terbaik di Dunia dari Majalah JazzTimes dan di tahun 1992, Organisasi Internasional Penyelenggara Festival memberikan penghargaan prestisius “Fidof Diploma” kepada ajang ini.

Tak hanya itu, dalam setiap penyelenggaraannya kini menghadirkan pula North Sea Jazz Kids yang memperkenalkan genre musik jazz kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Selama satu hari anak-anak dapat membuat festival musik, tari, membuat alat musik dan menikmati beberapa lokakarya musik, yang tentunya menyenangkan dan edukatif. Selain itu ada juga ajang North Sea Jazz Club yang merupakan penampilan jazz di sebuah klub di Amsterdam. Bisa dikatakan ini adalah pre-event dari ajang The North Sea Jazz Festival. Dan ada juga Curacao North Sea Jazz Festival yang merupakan festival jazz yang diadakan di Curacao, salah satu negara bekas jajahan Belanda di wilayah Karibia. Festival ini diadakan sejak tahun 2010 lalu.

North Sea Jazz Kids

North Sea Jazz Kids

Penyelenggaraan The North Sea Jazz Festival membuktikan bahwa Belanda bukan hanya negara yang terkenal dengan bunga tulip, keju, pendidikan, sepakbola, teknologi, namun juga kiblat musik jazz dunia. Semoga ini pun diikuti Indonesia, karena kita memiliki Java Jazz Festival.

 

Referensi:

http://www.apassion4jazz.net/nsjf.html

http://english.ruvr.ru/2012_07_06/North-Sea-Jazz-Festival-opens-in-Rotterdam/

http://en.rotterdam.info/press/news/galaxy-of-stars-at-north-sea-jazz/

http://en.wikipedia.org/wiki/North_Sea_Jazz_Festival

http://www.northseajazz.com

Iklan

It’s QR Coin!!

Tahukah anda dengan sebuah kode berwarna hitam dengan wujud seperti matriks yang biasanya terdapat di suatu produk? Salah satu media cetak terbesar di Indonesia pun telah menerapkannya. Biasanya di salah satu artikelnya terdapat kode kotak berwarna hitam tersebut.

QR Code

QR Code

Ya, itulah QR Code atau kepanjangan dari Quick Response Code. Penjelasan lengkapnya adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang tujuannya menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang juga cepat. Tapi bisakah anda membacanya? Tentu saja tidak. Karena QR Code hanya bisa dibaca apabila kita telah memindainya dengan media elektronik, seperti smartphone BlackBerry atau Android.

Walaupun QR Code ini telah dikenal pada tahun 1994 oleh perusahaan Jepang bernama Denso Wave, namun penggunaan QR code baru marak di dunia kira-kira lima tahun kebelakang ini. Berbagai produk kini sudah dilengkapi oleh QR Code, dengan tujuan si pengguna dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai produk tersebut.

Keunikan penempatan QR Code di suatu produk menginsiprasi The Royal Dutch Mint, sebuah perusahaan yang memproduksi koin dan dimiliki oleh Pemerintah Kerajaan Belanda, untuk memproduksi koin yang memiliki QR Code. Hal ini dilatar belakangi oleh perayaan ke 100 tahun perusahaan tersebut.

QR Code Coin

QR Code Coin

The Royal Dutch Mint memproduksi koin yang memiliki QR Code untuk nominal € 5 (perak) dan € 10 (emas), dan dirilis terbatas pada Juni 2011 lalu. Inovasi The Royal Dutch Mint ini sekaligus menempatkan Belanda sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan teknologi QR Code pada mata uang. Sebelumnya Amerika Serikat memang pernah membuat uang dengan teknologi tinggi, tapi tujuannya untuk mengurangi risiko pemalsuan dan bukan berupa QR Code.

silver & gold QR Code coin

silver & gold QR Code coin

Ketika orang memindai QR Code yang terdapat di koin tersebut, maka akan link ke Internet untuk masuk ke situs The Royal Dutch Mint dan mengenai berbagai informasi mengenai perusahaan yang berkedudukan di Utrecht tersebut. Sejarah mengenai bagaimana The Royal Dutch Mint berdiri pun ada situs tersebut. Penempatan QR Code pada koin ini sangatlah menarik. Selain itu, produksi yang terbatas membuat warga Belanda pun beramai ramai berusaha memiliki koin ini, sekaligus sebagai koleksi pribadi mereka.

QR code coin the royal dutch mint

QR code coin the royal dutch mint

Teknologi sistem pembayaran semakin maju seiring dengan perkembangan teknologi. Bila sebelumnya sudah terdapat alat pembayaran yang berbasis teknologi tinggi, seperti NFC (Near Field Communication) atau Barcode, dan kini QR Code menjadi salah satu alternatif lain yang bisa memberikan benefit bagi penggunanya. Bukan tidak mungkin, QR Code pada alat pembayaran dimaksudkan sebagai bagian program promosi atau loyalty.

Referensi:

http://www.q5g.nl/en

http://en.wikipedia.org/wiki/Royal_Dutch_Mint

http://www.boredpanda.org/26-creative-ways-to-use-qr-codes/

http://www.gaptekupdate.com/2011/06/uang-koin-pertama-berkode-qr/

Nuansa Madinah di Rotterdam

Kehidupan masyarakat Muslim di Belanda terus mengalami perkembangan positif dari hari ke hari. Sentimen kelompok anti-Muslim yang beberapa waktu lalu sering melakukan intimidasi kepada kelompok Muslim di Belanda pun perlahan semakin berkurang. Kehidupan antar umat beragama pun kini semakin terasa. Sebuah perkembangan yang menjanjikan dan patut menjadi contoh bagi negara lain di Eropa.

Salah satu wujud yang mewakili keberhasilan tersebut adalah hadirnya Masjid Essalam di kota Rotterdam. Masjid yang diresmikan pada Jum’at 17 Desember 2010 lalu kini menjadi masjid terbesar di Eropa Barat, yang sekaligus mengukuhkan eksistensi Muslim di Belanda. Padahal pembangunan masjid yang dimulai tahun 2003 lalu ini menuai berbagai hambatan hingga pembangunannya pun teramat panjang. Mulai dari pertikaian internal panitia pembangunan, pertentangan dari kelompok yang anti pembangunan masjid, hingga ke masalah finansial. Pada akhirnya setelah tujuh tahun pembangunan, pembangunan masjid yang menghabiskan dana 4 juta Euro ini pun rampung dan berdiri kokoh di Rotterdam. Bahkan masjid yang terletak di taman Varkenoordse di Southbank di selatan Rotterdam ini dianggap sebagai Islamic Center terbesar serta pionir berkembangnya Islam di Eropa dewasa ini.

tampak masjid essalam dari dekat

tampak masjid essalam dari dekat

Penyelesaian pembangunan Masjid Essalam ini pun tak terlepas dari bantuan Yayasan Amal Al-Maktoum, sebuah yayasan amal milik Sheik asal Dubai, yaitu Sheikh Hamad bin Rashid Al-Maktoum, yang kemudian menempatkan satu orang dari yayasannya masuk dalam jajaran kepengurusan masjid tersebut. Al-Maktoum lah yang mengambil alih pembiayaan penyelesaian pembangunan masjid ini.

Jika dilihat, arsitektur bangunan Masjid Essalam ini sungguh luar biasa indahnya. Diarsiteki oleh Wilfried van Winden, dibawah nama Molenaar & Van Winden Architects, masjid ini dibangun empat lantai dengan luas 2.500 meter persegi dan memiliki dua menara yang menjulang setinggi sekitar 50 meter. Lantai dasar dari masjid ini dipakai untuk keperluan aktivitas non religius termasuk tempat wudhu bagi laki-laki, toko, dapur dan ruang umum untuk segala aktivitas pengurus. Selain itu ada juga ruang untuk kantor, ruang kelas, ruang imam, serta ruang makan.

tiang-tiang kokoh tampak terlihat di depan pintu masuk

tiang-tiang kokoh tampak terlihat di depan pintu masuk

Dibagian tengah ruang balkon lantai satu dan lantai dua digunakan sebagai ruang sholat jamaah laki laki, sedangkan lantai paling atas dipakai untuk ruang sholat bagi jemaah wanita. Masing masing ruang sholat terkoneksi dengan ruang hampa yang memberikan penerangan alami dari kubah yang berukuran 25 meter di atas masjid.

Eksterior masjid ini dirancang dengan gaya Masjid Nabawi di Madinah dipadu dengan gaya Mesir abad ke 15. Itulah mengapa nuansa Madinah begitu kental terasa di masjid ini. Keseluruhan bangunan tertutup dengan batu alam dengan aksen warna warni batu abu abu kebiruan. Sedangkan lengkungan jendela dibuat dari batu buatan. Pintu utama masjid diletakkan di sebelah barat, dengan ruang mihrab di sisi tenggara masjid.

susunan tangga melingkar sepanjang empat lantai

susunan tangga melingkar sepanjang empat lantai

Rotterdam sendiri dikenal sebagai salah satu kota paling ramah bagi Muslim di Eropa. Dengan jumlah presentase Muslim 40% dari 585.000 penduduk (data tahun 2009), Rotterdam bukan hanya dipimpin oleh Ahmed Aboutaleb, seorang walikota muslim pertama di Rotterdam, tetapi juga telah menjadi tujuan imigran muslim terbesar di Belanda. Di Rotterdam terdapat cukup banyak kios daging halal, masjid, dan organisasi keIslaman setempat.

Kini keberadaan Masjid Essalam seolah menunjukkan bahwa bangunan yang dulu ditentang ini tidak hanya merupakan pionir Islam di Belanda namun simbol kebanggaan seluruh warga Belanda.

masjid essalam tampak kejauhan diselimuti salju

masjid essalam tampak kejauhan diselimuti salju

 

 

 

 

 

 

Referensi:

http://bujangmasjid.blogspot.com/2011/02/masjid-essalam-rotterdam-terbesar-di.html

http://www.thenational.ae/news/world/europe/essalam-a-symbol-of-pride-opens-its-doors-in-holland

http://iniunic.blogspot.com/2011/09/melihat-essalam-mosque-rotterdam-masjid.html

http://archinect.com/wam-architecten/project/essalam-mosque-rotterdam

http://islamineurope.blogspot.com/2006/08/rotterdam-essalam-mosque-in-progress.html